Langsung ke konten utama

Pengalaman Belanja Sayur dan Buah Online di Segari

Hi semua.. Seneng banget ya sekarang ini makin gampang buat belanja apa aja secara online apalagi di jaman pandemi kayak gini yang harus membatasi banget keluar rumah. Berbekal dari liat instagram story salah satu teman yang habis terima paket dari segari, aku jadi ikut-ikutan cari tahu tentang segari. Waktu udah intip aplikasinya waaw... ternyata cukup lengkap yaaa dan yang paling penting harganya itu loh banyak yang lebih murah dan ada potongan harga juga. Apalagi ditambah sama free ongkir akhirnya yang tadinya mau keluar rumah buat groceries shopping langsung kuputuskan batal dan belanja lewat segari ini aja. Jadi segari itu apa sih? Segari adalah situs belanja online bahan segar berkualitas dan infonya startup ini baru berdiri di tahun 2020.  Belinya cuma bisa via aplikasi? engga doong.. bisa juga via website biasa misal kamu males download aplikasinya di HP atau udh kepenuhan memorinya :) jadi gampang banget dan user friendly. Pilihan pembayarannya juga beragam dari mulai tra...

Berbagi #selfthought

Berbagi.

Di dunia yang apa apa sekarang bisa di share ini manusia bisa dengan mudah melakukan kegiatan berbagi baik itu virtual atau pun nyata. Misalnya: Berita, informasi, fund raising, pelajaran, gosip, hoax semua dengan mudah bisa di akses via internet. Sekarang orang tidak perlu langsung bertatap muka hanya utk berbagi. Kemudahan yg ada itu ternyata tak lantas membuat orang bersedia berbagi apapun. Dari pengalaman saya, nyatanya masih ada beberapa orang yg tidak rela berbagi. Saat ini saya ingin membahas tentang berbagi ilmu.
Masih kurang masuk di logika saya bagi org yg pelit ilmu, yg maunya mendapatkan lalu 'mengunyah' sendiri. Nikmat dan asik mencerna, lalu menyerapnya sendirian. Buat apa sih disimpan sendirian ? Bukankah ilmu yg didapatkan saat itu adalah hasil dari kebaikan orang lain untuk berbagi? Berbagi adalah rantai yg tidak boleh putus. Sayang sekali kalau harus terhenti di tengah2. Ilmu itu harus mengaliri peradaban. Mau yg remeh temeh atau serius, tidak ada ilmu dan informasi yg merugikan. Bukankah berbagi itu menciptakan kebaikan? Bukanlah apa yg kita bagi itu bisa diibaratkan sebagai benih? Benih yg terus menerus dipupuk oleh berbagai hal sepeti brainstorming, advice exchange dan semacamnya. Perbaiki, menambah, mengganti yg salah, berdiskusi, semua itu hanya bisa terjadi kalau kita berbagi. Bukan disimpan sendirian. Anggaplah berbagi itu investasi. Dunia dan akhirat. Tidak akan rugi walau setitik. Bukankah kita harus jadi manusia yg bermanfaat?
Mari renungi bersama.
Semoga alarm kepekaan hati terus berbunyi dan enggan berhenti sampai diri tidak bisa lagi berbagi.

-AAD-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengingat

Nabi Muhammad SAW bersabda : " Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu . Mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah, apabila engkau tertimpa sesuatu ( yang tidak menyenangkan) Janganlah berkata, Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu. Akan tetapi katakanlah : Qaddar Allahu Wa Maa Syafa'a Fa'Ala,  Allah telah mentakdirkan, Terserah apa yang diputuskan-Nya; karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan." (HR. Muslim)

Belum ada Judul

Gemuruh petir terdengar, Hembusan angin tak tertembus hampanya hati Sebuah tetesan terdengar mendayu Penasaran Ingin ku selidiki setiap serpih rasa itu Namun semua tertahan tak terhempas Kerasnya, menjadi rasa karang Adakah yang harus ku cari ? Apakah ku menemukan yang ku cari ? Adakah alasan untuk ku mencarinya ? Alasan itu Rumit tak terangkai Ku berdiri dalam bimbang ini Berjalan, mencari di sudut sudut waktu Terkadang ku pejamkan mata Namun tak pernah membantu Lelah hati ini meminta Lelah hati ini mencari Semua tanya berkumpul di kepala Tersadar, Tak pernah ada jawaban untuk ini. AAD - MUSP

Kapan?

Rinduku sudah penuh. Bertumpahan, berdesakkan ingin keluar. Mau berpelukan dengan rindumu katanya. Kamu diam saja ya :) Dewa malamnya diam saja. Penuh perhatian. Untuk kamu. Pemilik rinduku. Awan kembung itu tertiup lembayu. Berjumpa dengan mega lalu ke rumahmu. Sudah sampaikah pesanku? Ayo terjagalah, aku menunggu. Lalu penasaran, Kamu dan aku Kapan bertemu? -AAD-